Sub-merek baru Audi di Tiongkok, yang dikembangkan melalui usaha patungan dengan SAIC Motor, mengalami penurunan penjualan meskipun ada lonjakan minat pada awalnya. Perusahaan kini melakukan pemotongan harga untuk merangsang permintaan model E5 Sportback, yang menandakan tantangan awal dalam pasar yang sangat kompetitif.
Antusiasme Awal Memudar
Diluncurkan pada tahun 2024, merek Audi memulai debutnya dengan E5 Sportback, yang menghasilkan lebih dari 10.000 pre-order dalam beberapa menit setelah peluncurannya. Namun realisasi penjualannya masih tertinggal dari ekspektasi, hingga saat ini hanya terjual 7.070 unit. Penjualan bulan Januari sangat lemah, hanya 420 kendaraan.
Perbedaan antara sensasi awal dan penjualan berkelanjutan menggarisbawahi kesulitan memasuki lanskap kendaraan listrik yang padat di Tiongkok. Merek dalam negeri seperti Zeekr dan Xiaomi, serta pemain internasional yang sudah mapan, sudah mendominasi pasar, sehingga menyulitkan pendatang baru untuk mendapatkan daya tarik.
Pemotongan Harga yang Agresif
Untuk mengatasi perlambatan penjualan, Audi kini menawarkan diskon ¥30.000 (sekitar $4.400) untuk E5 Sportback. Ini termasuk kompensasi pajak pembelian sebesar ¥10,000, diskon tunai langsung sebesar ¥10,000, dan subsidi tukar tambah sebesar ¥10,000. Pengurangan harga menjadikan harga awal menjadi ¥205.900 (sekitar $29.910), menempatkannya dalam persaingan yang lebih ketat dengan pesaing populer seperti Zeekr 007 GT dan Xiaomi SU7.
Selain itu, Audi juga menyediakan opsi pembiayaan yang fleksibel, termasuk paket cicilan lima tahun tanpa bunga atau opsi bunga rendah selama tujuh tahun, yang semakin memberikan insentif kepada pembeli.
Spesifikasi Kendaraan
E5 Sportback hadir dalam dua varian:
– Model dasar yang menampilkan motor belakang tunggal dan baterai 76,0 kWh menghasilkan 295 tenaga kuda dengan jangkauan CLTC 384 mil.
– Versi Quattro berperforma tinggi yang dilengkapi dengan baterai lebih besar 100,0 kWh dan 776 tenaga kuda.
Pandangan Masa Depan
Audi berencana meluncurkan model SUV kedua akhir tahun ini, dengan harapan dapat memperluas daya tariknya dan meningkatkan penjualan. Namun, lambatnya penjualan E5 Sportback menunjukkan bahwa merek tersebut perlu melanjutkan strategi pemasaran dan penetapan harga yang agresif agar dapat bersaing secara efektif.
Terlambatnya masuk ke pasar kendaraan listrik Tiongkok, ditambah dengan persaingan yang ketat, membuat Audi harus bertindak tegas untuk mendapatkan pangsa pasar. SUV mendatang akan menjadi ujian utama apakah merek tersebut dapat mengatasi rintangan awal ini.






















