Polestar Membalikkan Kursus, Menambahkan Tombol Fisik ke Model Masa Depan

10

Produsen mobil, termasuk Polestar, merespons permintaan konsumen dan peraturan keselamatan yang lebih ketat dengan memperkenalkan kembali tombol dan kontrol fisik ke dalam interior kendaraan. Pergeseran ini menandai penyimpangan dari tren terkini yaitu desain minimalis dan banyak layar yang memprioritaskan layar sentuh untuk hampir semua fungsi.

Tekanan Peraturan dan Frustrasi Konsumen

Kepala desain Polestar, Philipp Römers, mengonfirmasi perubahan tersebut dalam acara online baru-baru ini, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh InsideEVs. Langkah ini sebagian besar didorong oleh dua faktor utama: standar keselamatan baru Eropa yang diberlakukan oleh Euro NCAP, dan meningkatnya ketidakpuasan konsumen terhadap sistem layar sentuh yang terlalu bergantung.

Peringkat keselamatan bintang lima Euro NCAP yang diperbarui kini mengharuskan kendaraan memiliki kontrol fisik tertentu untuk fungsi-fungsi penting. Pada saat yang sama, Tiongkok—yang merupakan pasar utama bagi Polestar—memperketat peraturannya sendiri mengenai interior yang banyak menggunakan layar sentuh. Tekanan peraturan ini telah memaksa para pembuat mobil untuk memikirkan kembali strategi desain mereka.

Beyond Buttons: Infotainment yang Diperbarui dan Opsi Interior

Pergeserannya tidak terbatas pada tombol fisik saja. Polestar berencana memperbarui sistem infotainment berbasis Android Automotive dengan fitur personalisasi yang diperluas, yang bertujuan untuk pengalaman pengguna yang lebih disesuaikan.

Perusahaan juga mendiversifikasi pilihan interior, melampaui palet abu-abu, putih, dan hitam yang terbatas saat ini. Warna dan bahan baru akan diperkenalkan untuk model seperti Polestar 3 dan 4.

Strategi Perubahan Haluan yang Lebih Luas

Perubahan ini merupakan bagian dari upaya Polestar yang lebih luas untuk merevitalisasi jajaran produknya. Produsen mobil tersebut telah mengumumkan “ofensif model terbesar dalam sejarah perusahaan”, termasuk pembaruan pada Polestar 4 dan 2, dan pengenalan Polestar 7 yang serba baru. Namun, Polestar 6 mengalami penundaan.

Keputusan Polestar untuk menerapkan kembali kontrol taktil merupakan langkah pragmatis, sebagai respons terhadap tuntutan peraturan dan preferensi konsumen. Ujian sebenarnya adalah apakah perubahan ini dapat diwujudkan menjadi produk yang benar-benar kompetitif dan memperkuat posisi Polestar di pasar kendaraan listrik mewah.

Langkah ini menunjukkan bahwa Polestar akhirnya menyadari perlunya pendekatan yang lebih seimbang antara teknologi mutakhir dan kegunaan praktis.