Penjualan BYD Turun 30% pada Januari 2026, Didorong oleh Tren Musiman dan Meningkatnya Ekspor

16

Penjualan kendaraan energi baru (NEV) BYD turun tajam pada Januari 2026, mencapai 210,051 unit – turun 30% dari bulan-bulan sebelumnya. Meskipun terjadi perlambatan domestik, ekspor melonjak melampaui 100.000 unit, hal ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam fokus pasar perusahaan. Penurunan ini menggarisbawahi penurunan musiman yang diperkirakan terjadi pada pasar otomotif Tiongkok, namun juga menunjukkan adanya tren percepatan menuju ekspansi internasional.

Perlambatan Musiman dan Dinamika Pasar

Penurunan pada bulan Januari bukanlah hal yang aneh. Industri otomotif Tiongkok secara historis mengalami penurunan penjualan segera setelah liburan Tahun Baru Imlek, karena gangguan logistik dan berkurangnya aktivitas konsumen. BYD melaporkan 205.518 penjualan kendaraan penumpang dan 4.533 unit NEV komersial, dengan ekspor mencapai hampir setengah dari total volume bulanan. Ketidakseimbangan ini menunjukkan semakin besarnya ketergantungan pada permintaan luar negeri untuk mengimbangi fluktuasi dalam negeri.

Ekspor Momentum dan Lanskap Kompetitif

Jumlah ekspor BYD melebihi 100.000 unit pada bulan Januari, menandakan adanya prioritas strategis yang jelas. Hal ini patut diperhatikan mengingat semakin ketatnya persaingan di pasar NEV Tiongkok. Data awal tahun 2026 menunjukkan produsen mobil secara agresif menyesuaikan harga dan penawaran produk untuk merebut pangsa pasar. Kinerja yang tidak merata antar merek dan model menunjukkan meningkatnya tekanan pada volume penjualan domestik.

Inventaris dan Perkiraan Masa Depan

Laporan industri menunjukkan peningkatan tingkat persediaan di antara beberapa produsen mobil Tiongkok memasuki tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa penjualan jangka pendek akan sangat bergantung pada aktivitas dealer dan penyesuaian inventaris. Perang harga antar merek NEV juga diperkirakan akan terus berlanjut sehingga semakin mempengaruhi kondisi pasar.

Meskipun terjadi penurunan pada bulan Januari, BYD tetap menjadi penjual NEV terkemuka di Tiongkok. Kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan pertumbuhan ekspor akan sangat penting untuk menstabilkan kinerja di kuartal mendatang.

Analis industri memperkirakan volatilitas akan berlanjut pada kuartal pertama, dengan penjualan menjadi normal setelah periode Tahun Baru Imlek. Prospek jangka panjang bergantung pada kemampuan BYD untuk mempertahankan momentum ekspor sambil menavigasi pasar domestik yang sangat kompetitif.

Kesimpulannya, angka penjualan BYD pada bulan Januari mencerminkan pola musiman standar yang dikombinasikan dengan penekanan yang semakin besar pada ekspansi internasional, memposisikan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar pada tahun 2026.