Pada acara pra-penjualan baru Wey V9X SUV baru-baru ini, Chairman Great Wall Motor (GWM) Wei Jianjun menyampaikan pesan tajam kepada industri otomotif: perusahaan yang gagal mengadopsi platform multi-teknologi yang fleksibel berisiko menjadi ketinggalan jaman di kancah global.
Inti dari strategi ini adalah platform GWM One (di dalam negeri dikenal sebagai platform Gui Yuan ), sebuah arsitektur serbaguna yang dirancang untuk mendukung beragam teknologi propulsi.
Keserbagunaan Platform GWM One
Platform GWM One dirancang untuk beralih dari pendekatan “solusi tunggal” yang mendominasi sebagian besar booming kendaraan listrik baru-baru ini. Sebaliknya, ia menawarkan landasan terpadu untuk:
– Hibrida Plug-in (PHEV)
– Hibrida Pengisian Mandiri (HEV)
– Kendaraan Baterai Listrik (BEV)
– Mesin Pembakaran Internal (ICE)
– Kendaraan Listrik Sel Bahan Bakar (FCEV)
Fleksibilitas ini tidak hanya mencakup jenis mesin hingga segmen kendaraan. GWM berencana mengembangkan lebih dari 50 model masa depan pada platform ini, mulai dari SUV dan sedan hingga MPV dan pikap. Wey V9X berfungsi sebagai produk andalan debut untuk era manufaktur baru ini.
Kesenjangan Strategis: Efisiensi vs. “Pemotongan Sudut”
Komentar Wei Jianjun menyoroti keretakan ideologi yang berkembang di sektor otomotif Tiongkok. Meskipun banyak pesaing yang beralih ke Kendaraan Listrik Jarak Jauh (EREV) untuk mengatasi kekhawatiran konsumen akan jangkauan, GWM telah mengambil sikap yang jauh lebih agresif terhadap teknologi tersebut.
Pimpinan GWM sangat vokal dalam mengkritik EREV, dan Wakil Presiden Senior Mu Feng sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan tersebut “lebih baik mati daripada membuat kendaraan jarak jauh”. Argumen teknis perusahaan berakar pada efisiensi; GWM mengklaim bahwa EREV setidaknya 13% lebih rendah dibandingkan aplikasi penggerak langsung, sehingga menyebut teknologi ini sebagai bentuk “pemotongan sudut”.
Ketegangan ini penting karena pasar saat ini sedang mengalami pergeseran:
– The “EV Cool-down”: Setelah periode ekspansi EV murni yang intens, permintaan global mengalami efek penurunan.
– Kebangkitan Hibrida: Konsumen semakin tertarik pada PHEV dan HEV sebagai jalan tengah yang pragmatis.
– Lanskap Kompetitif: Merek seperti Li Auto, Aito dari Huawei, dan Deepal dari Changan telah meraih kesuksesan dengan EREV, sementara GWM bertaruh bahwa platform yang mampu segalanya pada akhirnya akan memenangkan pertandingan jangka panjang.
Tantangan Global
Bagi GWM, platform GWM One bukan sekadar pencapaian teknis namun juga alat untuk ekspansi internasional. Wei Jianjun menyarankan agar para pesaingnya memperhatikan peluncuran V9X dengan cermat karena mereka menyadari bahwa fokus yang kaku pada satu powertrain—khususnya kendaraan listrik murni—dapat membatasi kemampuan mereka untuk bersaing di pasar global yang beragam di mana infrastruktur pengisian daya dan preferensi konsumen sangat bervariasi.
Namun, terlepas dari ambisi strategis ini, GWM menghadapi peningkatan skala yang tajam. Pada bulan Maret 2026, sub-merek Wey, ORA, dan Tank GWM mengirimkan 20.200 unit di Tiongkok. Meskipun ini merupakan angka yang cukup baik, angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan penjualan bulanan individu pemain dominan seperti Tesla Model Y atau Geome Xingyuan dari Geely.
“Tanpa prinsip dan modus operandi GWM One, para pesaing akan kesulitan mencapai pijakan internasional dan berisiko menjadi tidak kompetitif.”
Kesimpulan
GWM mempertaruhkan masa depannya pada fleksibilitas arsitektur, dengan tujuan untuk mengungguli pesaingnya dengan menawarkan setiap powertrain yang ada dalam satu atap. Masih harus dilihat apakah strategi “all-in-one” ini dapat menjembatani kesenjangan volume antara GWM dan pesaingnya yang berkinerja tinggi.























