Ford dan Geely Mencapai Kesepakatan untuk Menghidupkan Kembali Pabrik Spanyol yang Idle dengan Produksi EV

16

Ford Motor Company dilaporkan sedang menyelesaikan kemitraan strategis dengan produsen mobil China Geely untuk memanfaatkan kembali kapasitas produksi yang menganggur di Eropa. Perjanjian tersebut melibatkan penjualan jalur perakitan khusus di pabrik Ford di Valencia di Spanyol, yang menandai perubahan signifikan dalam cara para pembuat mobil lama di Barat memanfaatkan keahlian Asia untuk menavigasi transisi kendaraan listrik (EV).

Menghidupkan Kembali Pabrik Valencia

Menurut laporan dari La Tribuna de Automoción, Geely telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi jalur perakitan Body 3 di fasilitas Ford di Almussafes, yang terletak tepat di selatan Valencia. Jalur ini, yang saat ini paling modern di situs tersebut, telah tidak aktif sejak tahun 2023 setelah penghentian penggerak manusia Galaxy dan S-Max. Sebelumnya, Mondeo memproduksi hatchback dan wagon.

Saat ini, pabrik di Valencia beroperasi dengan kapasitas yang dikurangi, dengan fokus utama pada Kuga SUV. Sebagian besar produksi Kuga dilakukan pada lini Body 2 yang lebih tua, dengan pekerjaan perakitan tambahan pada Body 1. Akuisisi Body 3 memungkinkan Geely untuk mengaktifkan infrastruktur teknologi tinggi yang sebelumnya tidak digunakan, sehingga memberikan dorongan langsung pada aktivitas industri lokal.

Era Baru Manufaktur Kolaboratif

Sumber industri lokal menunjukkan bahwa Geely bermaksud menggunakan fasilitas ini untuk memproduksi kendaraan berdasarkan Global Intelligent Electric Architecture (GEA). Platform ini mendukung beragam powertrain serbaguna, termasuk opsi hybrid, plug-in hybrid, dan full electric.

Yang terpenting, kesepakatan ini mungkin lebih dari sekadar sewa ruang. Laporan menunjukkan Ford dan Geely sedang mendiskusikan perjanjian di mana Geely memproduksi model khusus untuk Ford. Jika terwujud, hal ini akan menjadikan Geely sebagai mitra besar ketiga yang dilibatkan Ford untuk memperkuat jajaran kendaraan listriknya di Eropa:

  1. Volkswagen Group : Menyediakan arsitektur MEB untuk SUV listrik Ford Explorer dan Capri, yang diproduksi di Cologne, Jerman.
  2. Renault : Setuju untuk memproduksi dua kendaraan listrik rancangan Ford berdasarkan platform yang digunakan bersama dengan Renault 5 E-Tech dan 4 E-Tech.
  3. Geely : Berpotensi menambah pilar ketiga produksi kolaboratif di Spanyol.

Strategi ini menyoroti tren industri yang lebih luas: alih-alih menanggung seluruh biaya dan risiko pengembangan platform kendaraan listrik yang dipatenkan, produsen mobil lama justru semakin “membeli” atau bermitra dalam teknologi guna mempercepat tujuan elektrifikasi mereka.

Kandidat: EX2 Geely

Jika laporan tersebut akurat, kendaraan yang dijadwalkan untuk diproduksi di Valencia kemungkinan besar adalah Geely EX2. SUV kompak ini telah menunjukkan daya tarik pasar yang signifikan:

  • Dimensi : Panjang 4,1 meter, memposisikannya sebagai SUV kompak ramah perkotaan.
  • Powertrain : Saat ini tersedia dengan opsi penggerak roda belakang listrik, yang dilengkapi motor 58kW dengan baterai 30kWh atau motor 85kW dengan baterai 40kWh.
  • Kesuksesan Pasar : Sejak peluncurannya pada akhir tahun 2024, EX2 telah menjadi fenomena di Tiongkok, terjual 465.000 unit pada tahun 2025 saja dan menjadi model terlaris di negara tersebut.

Implikasi Strategis: Tarif dan Persaingan

Keputusan untuk memproduksi kendaraan ini di Spanyol membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan melakukan produksi di UE, Geely—dan mungkin juga Ford—dapat melewati tarif 35,4% yang diberlakukan oleh Uni Eropa pada mobil listrik murni yang diproduksi di Tiongkok. Hal ini memungkinkan kendaraan untuk tetap kompetitif dalam harga dibandingkan pesaingnya di Eropa sambil tetap mematuhi peraturan perdagangan.

Ford tidak sendirian dalam poros ini. Awal pekan ini, Nissan mengonfirmasi akan menutup salah satu dari dua jalur produksi di pabrik Sunderland di Inggris. Rumor menyebutkan Nissan sedang dalam pembicaraan untuk menjual jalur tertutup tersebut kepada Dongfeng, mitra usaha patungannya di Tiongkok.

Langkah-langkah ini menandakan transformasi struktural dalam industri otomotif Eropa. Produsen-produsen lama semakin mengubah pabrik-pabrik mereka yang kurang dimanfaatkan menjadi pusat teknologi dan produksi Tiongkok, memadukan ekuitas merek Barat dengan efisiensi teknik Asia.

Kesimpulan

Kesepakatan Ford-Geely yang dilaporkan mewakili solusi pragmatis terhadap dua masalah mendesak: kebutuhan Ford untuk memperluas portofolio kendaraan listriknya yang terjangkau tanpa belanja modal besar-besaran, dan keinginan Geely untuk kehadiran manufaktur Eropa yang menghindari tarif yang merugikan. Ketika semakin banyak produsen mobil lama mempertimbangkan kemitraan serupa dengan perusahaan Tiongkok, lanskap otomotif Eropa beralih dari kompetisi terisolasi ke kolaborasi lintas batas yang kompleks.